Proses Terjadinya Hujan

Proses Terjadinya Hujan

Hujan adalah peristiwa jatuhnya butir-butir air dalam bentuk cair atau padat menuju ke muka bumi. Hujan terjadi setelah terjadi proses penggabungan titik-titik air yang berasal dari awan yang sudah jenuh air sehingga jatuh ke bumi. Awan tersebut berasal dari penguapan air di permukaan bumi baik dari lautan maupun daratan, yang pada ketinggian tertentu akan mengalami kondensasi (pengembunan). Besar kecilnya curah hujan suatu tempat dipengaruhi oleh arus udara, besarnya perairan, intensitas panas matahari, topografi. Oleh karena itu, besarnya curah hujan berbeda-beda menurut waktu dan tempat. Curah hujan dapat di ukur dengan gelas ukur (rain gauge) atau ombrometer

 Berdasarkan proses terjadinya hujan dikelompokan menjadi jenis, yaitu

  • Hujan Zenital (hujan tropis),

hujan ini terjadi karena pemanasan radiasi matahari di wilayah sekitar katulistiwa sehingga udara permukaan akan memuai dan naik secara vertikal. Dan udara yang berasal dari wilayah lintang 35º LU dan LS akan bergerak ke katulistiwa. Sehingga akan tercipta arus konveksi udara layaknya air yang direbus sampai mendidih. Hujan ini disebut juga hujan tropik atau hujan zenital atau hujan konveksi karena terjadi di daerah ekuator saat matahari berada pada titik zenith. Itulah kenapa wilayah tropis seperti Indonesia memiliki curah hujan yang tinggi. Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

 

 

  • Hujan orografis

hujan ini terjadi karena udara yang mengandung uap air naik ke daerah pegunungan. Makin-ke atas suhu udara makin dingin sehingga terjadilah proses kondensasi dan kemudian terjadi hujan di lereng pegunungan. Sedangkan lereng di sebelahnya bertiup angin terjun yang kering dan panas.

Untuk lebih jelasnya lihat video dibawah ini :

 

  • Hujan frontal

hujan ini terjadi karena pertemuan masa udara panas dan masa udara dingin. Daerah pertemuannya di sebut daerah front. Oleh karena masa udara panas kurang padat sehingga naik di atas masa udara dingin dan terjadi kondensasi, kemudian menjadi hujan.Untuk lebih jelasnya lihat gambar dibawah ini.

 

Sifat dan Bentuk Hujan

Jatuhan hidrometeor yang meninggalkan dasar awan, baik dalam bentuk tetes air maupun dalam berbagai bentuk es dan mencapai tanah disebut hujan. Agar hidrometeor tersebut dapat mencapai tanah, diperlukan suatu keadaan dimana udara dibawah awan tidak terlalu panas dan kering. Namun demikian, selama dalam perjalanan jatuh, hidrometeor tersebut tetap akan mengalami penguapan atau sublimasi.

  1. Drizzle

 

Drizzle, adalah hujan yang serba sama dengan tetes-tetes air yang kecil dan rapat.  Berdasarkan ketentuan internasional, drizzle terdiri dari tetes air yang memiliki garis tengah kurang dari 250 µ yang selanjutnya disebut tetes-tetes drizzle.

Drizzle umumnya jatuh dari awan-awan jenis Stratus yang tebalnya hanya beberapa ratus meter dan dapat mencapai tanah jika arus udara naik sangat lemah.

2. Hujan

 Hujan, terdiri dari tetes-tetes air yang memiliki garis tengah lebih dari 250 µ.  Tetes-tetes hujan yang besar umumnya dihasilkan dari awan-awan yang tebalnya beberapa kilometer dan jatuhan hujan tertinggi (lebat) dihasilkan dari awan-awan jenis Cumulus yang tingginya bisa mencapai 10 kilometer atau lebih dengan arus udara naik yang kuat di dalamnya.

3. Salju

 Salju, adalah hujan dalam bentuk kristal-kristal es. Sebagian terbesar  dari kristal es ini bercabang yang kadang-kadang berbentuk seperti bintang. Kelompok dari kristal-kristal es ini disebut keping salju. Kristal-kristal es juga bisa berbentuk seperti jarum, butiran atau lempengan dan disebut sebagai prisma-prisma es. Prisma es ini sering sedemikian kecilnya sehingga seolah melayang di udara.

4. Butir-butir Salju

 Butir salju, terdiri dari biji-biji es yang berwarna putih kabur dalam bentuk bola atau kerucut dengan garis tengah antara 2 – 5 mm.

Butir salju terbentuk dari accretion air super dingin pada kristal es atau keping salju dalam bentuk rime. Butir salju bersifat kering dan mudah pecah dan jika jatuh mengenai benda keras akan memantul.

5. Butir-butir Es

 Butir-butir es, terdiri dari butir es yang transparan maupun translusen dengan bentuk bola atau bentuk yang tidak teratur. Diameternya        5 mm atau kurang dan jika jatuh menimpa benda keras akan memantul dan bersuara.

Butir-butir es dibedakan dalam dua macam, yaitu :

  • Tetes-tetes air yang membeku atau keping salju yang sebagian besar meleleh kemudian membeku kembali.
  • Butir-butir salju yang terbungkus oleh lapisan es.

6. Rambun (Hail)

 Rambun atau hail adalah hujan yang terdiri dari bola-bola atau potongan-potongan es kecil. Tiap butiran disebut batu-rambun (hail-stone) yang memiliki garis tengah antara 5 – 50 mm.

Hail stone umumnya terjadi di dalam awan Cumolonimbus (Cb) dan sering disertai dengan adanya badai guntur.

Hail umumnya jatuh dari ketinggian beberapa kilometer, sehingga umumnya telah mencair sebelum mencapai permukaan tanah. Hal ini salah satu penyebab mengapa hail (rambun) jarang diamati pada dataran rendah di daerah tropis.

 

Itulah proses terjadinya hujan dan jenis-jenisnya. Bagaimana asyik bukan? Pelajari selalu geografi.

 

 

Aktivitas Siswa !

Berdasarkan data curah hujan di setiap pulau yang ada di Indonesia, diketahui bahwa curah hujan yang paling tinggi adalah wilayah Indonesia bagian barat terutama pulau sumatera dan kemudian semakin ke timur akan semakin berkurang. Berilah penjelasan mengapa hal tersebut dapat terjadi !

Satu tanggapan untuk “Proses Terjadinya Hujan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.